Mengenal Istilah Penting dalam Industri Maklon Sebelum Memutuskan Bekerjasama

Bagikan Postingan :

Dengan semakin berkembang pesatnya bisnis, memungkinkan pebisnis baru atau pebisnis lama yang bekerjasama dengan maklon sebagai solusi efisien untuk memproduksi produk dengan brand sendiri. Bagi Anda yang pebisnis pemula terutama yang belum pernah bekerjasama dengan maklon, mungkin istilah teknis yang digunakan pihak pabrik akan cukup memusingkan. 

Agar Anda bisa berkomunikasi dengan lancar dan mudah, penting untuk memahami beberapa istilah umum yang sering digunakan dalam industri maklon. Berikut beberapa penjelasannya. 

Baca juga: Tantangan Dalam Menggunakan Bisnis Maklon

Istilah Penting dalam Industri Maklon Pangan dan Minuman 

Berikut beberapa istilah-istilah penting dalam proses maklon dan juga penjelasannya:

1. Formulasi 

Formulasi adalah proses merancang komposisi produk minuman, kosmetik, suplemen, atau makanan oleh tim R&D (Research and Development). Misalnya tentang berapa persen kandungan gula, kolagen, atau zat aktif lainnya dalam produk.

2. Sampel atau sampling

Jika formulasi sudah dibuat, kemudian akan dibuatkan contoh produk awal yang dibuat sesuai formulasi. Sampel akan diuji oleh klien dari segi rasa, tekstur, warna, aroma, hingga efeknya apakah sesuai dengan kebutuhan produk yang ingin diproduksi dalam jumlah besar.

3. MOQ (Minimum Order Quantity)

Setiap maklon biasanya memiliki MOQ atau Minimum Order Quantity yang disyaratkan atau yang harus dipenuhi jika ingin bekerjasama dengan maklon tersebut. Misalnya jumlah MOQ untuk produksi bumbu tabur adalah 100kg, maka Anda harus memesan minimal 100kr bumbu tabur untuk bisa diproses ke tahapan selanjutnya.

4. Lead time

Lead time adalah waktu yang dibutuhkan dari awal proses kerjasama hingga proses pembayaran dan pengiriman produk. Lead time biasanya bervariasi tergantung pada ketersediaan bahan dan kapasitas produksi.

5. NIE/BPOM/PIRT

NIE (Nomor Izin Edar) adalah registrasi BPOM yang digunakan untuk produk dengan kategori MD (makanan) atau ML (minuman/suplemen). Kemudian BPOM adalah lembaga yang memiliki otoritas untuk izin edar nasional. Jadi produk makanan atau minuman dan lainnya yang dikonsumsi dan akan dipasarkan harus memiliki izin dari BPOM. 

Sedangkan PIRT adalah izin produksi rumah tangga dari Dinkes atau Kabupaten. Biasanya digunakan untuk industri UMKM yang masih kecil.

6. Bulk product 

Istilah ini berarti produk pangan atau minuman yang sudah selesai diproduksi namun belum dikemas dalam kemasan primer atau sekunder. Biasanya bulk product diperuntukkan untuk jenis produk white label.

7. White label

White label berarti produk yang dihasilkan atau yang diproduksi biasanya tidak memiliki brand yang harus didaftarkan, sehingga biaya untuk produk white label akan lebih terjangkau. White label ini digunakan untuk kebutuhan pribadi dan tidak diperjual-belikan, seperti untuk katering, cafe, atau bisnis lainnya.

8. Private label 

Istilah private label memiliki pengertian yang berbeda dengan white label. Private label berarti produk yang diproduksi nantinya akan dijual kembali oleh Anda, bisa dalam bentuk box, sachet, botol dan lainnya. 

Private label sudah pasti membutuhkan merek, oleh karena itu juga biaya pembuatannya lebih mahal karena harus mengurus legalitas seperti BPOM, Halal MUI hingga uji cek lab. Gunanya untuk memastikan bahwa produk tersebut aman dikonsumsi dan dipasarkan secara luas.

9. HPP (Harga Pokok Produksi)

HPP berarti biaya produksi riil per produk yang mencakup bahan baku, tenaga kerja, overhead pabrik, dan kemasan. Namun biasanya setiap industri maklon memiliki indikator berbeda-beda dalam menentukan HPP ini.

10. OEM (Original Equipment Manufacturer)

OEM berarti perusahaan yang memproduksi barang atau komponen yang dijual oleh perusahaan lain menggunakan mereknya sendiri. Misalnya Anda memiliki bisnis minuman kolagen dengan brand KOLASHINE, jadi Anda bekerja sama untuk memproduksi produk tersebut pada pabrik maklon, nantinya produk tersebut akan tetap Anda jual dengan merek KOLASHINE.

11. ODM

Sedangkan ODM (Original Design Manufacturer) adalah perusahaan yang tidak hanya memproduksi produk namun juga merancang produk sesuai dengan spesifikasi klien.

12. QC 

QC atau Quality Control adalah pengawasan kualitas pada produk untuk menjaga setiap produksi agar sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. QC nantinya akan bertanggung jawab melakukan pengujian dan evaluasi pada bahan baku, proses produksi, sampai produk akhir guna menjamin konsistensi mutu produk. 

Tips Komunikasi Efektif dengan Vendor Maklon 

Agar proses kerjasama maklon bisa lebih mudah dan lancar, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

  1. Jangan takut bertanya. Dikarenakan selanjutnya Anda akan bekerjasama dengan maklon tersebut, maka lebih baik tanyakan apapun yang tidak Anda pahami. Tanyakan dengan detail mengenai mekanisme, prosedur administrasi, pembayaran dan lainnya agar kerjasama berjalan dengan lancar. 
  2. Pastikan tertulis di kontrak

Pastikan semua istilah dalam kerjasama maklon tertulis dengan baik dalam kontrak. Semua kesepakatan harus tertulis dalam dokumen yang legal guna menghindari perbedaan persepsi. 

Memahami istilah-istilah dalam dunia maklon akan sangat membantu jika Anda memutuskan untuk bekerjasama dengan maklon. Dengan komunikasi yang jelas, proses produksi juga akan berjalan lebih efisien dan minim kesalahan.

Mulai buat Brand dan produkmu sendiri

Produksi, Maklon & Whitelabel Produk Minuman kolagen, Keshatan, Powder Drink, Kopi sampai Bumbu Siap Saji.

Diskusikan dengan Pakar kami tentang ide produk anda, mulai dari Formulasi sampai sampai Kemasan