Industri kuliner saat ini didominasi oleh konsumen yang mencari rasa otentik, intens dan menggugah selera. Salah satunya adalah kuliner seafood. Hidangan laut tidak hanya ditemukan di restoran saja, namun sudah menjadi inspirasi dalam berbagai bentuk produk siap saji, camilan hingga bumbu instan.
Seasoning seafood menjadi salah satu kategori bisnis yang bisa diproduksi di tengah tingginya minat akan hidangan seafood.
Tren Inovasi Rasa di Industri Makanan Laut
Perubahan selera konsumen global dalam 3–5 tahun terakhir menunjukkan keinginan akan kuliner dengan rasa yang lebih berani dan kompleks. Kuliner dengan varian makanan laut cukup banyak peminatnya. Hal tersebut dapat dilihat dari mulai munculnya produk seafood seperti, shrimp paste chips, salted egg crab sauce, spicy salmon rice bowl hingga seaweed snack dengan bumbu seafood.
Menurut data dari Mintel Global Food & Drink Trends 2024, lebih dari 62% konsumen Asia Tenggara menyebutkan bahwa mereka mencari makanan dengan “rasa otentik khas laut.”
Sementara di Indonesia, platform Tokopedia Food Insight (2025) menunjukkan peningkatan 37% permintaan produk dengan kata kunci “seafood flavor” dalam kategori bumbu dan camilan dibanding tahun sebelumnya.
Beberapa faktor utama yang mendorong inovasi ini, yakni dari eksperimen rasa, gaya hidup urban, hingga kemajuan dalam teknologi pembuatan seasoning memungkinkan rasa laut yang otentik tanpa aroma amis.
Dengan dukungan teknologi pangan dan permintaan konsumen yang terus naik, seafood seasoning kini berkembang menjadi kategori rasa premium dengan nilai jual tinggi.
Baca juga: Perbandingan Bone Broth Cair Vs Bone Broth Powder: Mana Yang Lebih Efisien Untuk Produk Komersial?
Kenapa Seasoning Seafood Jadi Tren Besar?
Ada beberapa alasan strategis mengapa bumbu rasa seafood mengalami lonjakan popularitas di dunia kuliner dan industri makanan olahan, yakni:
1. Globalisasi dan kuliner Asia yang mendunia
Makanan Asia, seperti Indonesia, Thailand, Jepang, dan Korea menjadi salah satu penggerak tren kuliner dunia. Menu seperti crab chili, shrimp tempura, grilled salmon teriyaki, hingga seafood butter spicy banyak diadaptasi menjadi produk digital. Hal ini menciptakan permintaan besar akan bumbu dasar rasa laut.
2. Perpaduan rasa umami dan gurih
Bumbu seafood secara alami kaya akan umami, cita rasa gurih yang memberikan kedalaman rasa. Ini membuatnya disukai sebagai base flavor di banyak kategori, seperti mie instan, snack, saus, hingga frozen food.
3. Cocok untuk diferensiasi produk
Rasa seafood bisa diintegrasikan dalam banyak format produk baik kering maupun basah tanpa mengubah karakter produk utama. Dari bumbu tabur, saus creamy, hingga powder seasoning untuk mie instan atau chips.
4. Tren protein power
Konsumen melihat seafood sebagai sumber protein berkualitas dengan lemak sehat. Sehingga rasa berbasis ikan, udang, atau kepiting juga membawa asosiasi “lebih alami” dan “lebih sehat” dibanding flavor sintetis lain.

Berbagai Seasoning Seafood yang Populer di Pasaran
Bumbu seafood kini hadir dalam berbagai variasi rasa dan konsep. Berikut beberapa contoh kategori yang paling populer di pasar lokal dan global:
Selain itu, muncul pula fusion flavor seperti “Chili Crab Korean Style”, “Garlic Butter Salmon”, atau “Seafood Tom Yum” menunjukkan bahwa eksplorasi rasa kuliner seafood masih sangat luas.
Format Produk Seasoning Seafood
Untuk menjawab kebutuhan industri yang beragam, seasoning seafood kini hadir dalam berbagai format:
1. Bubuk (Powder Seasoning)
– Format paling populer karena praktis dan tahan lama.
– Digunakan pada snack, mi instan, bumbu tabur, atau produk kering lain.
– Kelebihan: mudah ditakar, tahan suhu tinggi, shelf life hingga 12–18 bulan.
– Contohnya Shrimp powder, Crab seasoning mix, Salmon flavor powder.
2. Pasta (Wet Seasoning)
– Cocok untuk bumbu masak siap pakai atau saus restoran.
– Memberikan rasa yang lebih creamy dan autentik.
– Biasanya mengandung minyak, rempah, dan ekstrak seafood cair.
– Contohnya Butter crab paste, Spicy shrimp sauce, Seafood sambal paste.
3. Oil-Based Seasoning
– Berbasis minyak dengan aroma khas laut (garlic oil, chili seafood oil).
– Banyak digunakan pada mie goreng instan, bumbu restoran, atau dressing.
– Menghasilkan aroma premium dan tampilan mengkilap pada makanan.
4. Granular/Flake Seasoning
– Kombinasi bubuk dengan serpihan rempah kering atau daun rumput laut.
– Memberikan tekstur dan tampilan lebih menarik.
– Cocok untuk topping nasi, ramen, popcorn, atau camilan.
5. Premix Food Base
– Digunakan oleh industri Horeca untuk mempercepat proses masak (tinggal campur air atau santan).
– Banyak digunakan oleh restoran seafood, franchise, dan frozen food brand.
Setiap format memiliki keunggulan tersendiri tergantung kebutuhan stabilitas rasa, daya larut, aroma, dan kemudahan aplikasi.
Tantangan Produksi dan Inovasi Bumbu Seafood
Meskipun pasar seasoning seafood menjanjikan, produksi bumbu berbasis laut memiliki tantangan teknis dan bisnis yang khas.
1. Menjaga keaslian rasa tanpa aroma amis
Rasa laut yang kuat sering disertai dengan aroma amis yang banyak tidak disukai. Solusinya menggunakan tambahan ekstrak natural flavor atau menambahkan beberapa rempah yang menjaga rasa umami tanpa bau tajam.
2. Stabilitas produk
Kandungan minyak alami dari seafood mudah teroksidasi sehingga menurunkan kualitas rasa. Oleh karena itu dibutuhkan teknik pengeringan dan anti-caking untuk memperpanjang umur simpan.
3. Standarisasi dan keamanan pangan
Produk yang dibuat harus mematuhi standar BPOM, Halal, HACCP hingga ISO agar bisa diedarkan secara nasional atau bahkan ekspor. Setiap batchnya perlu dilakukan uji kadar air, logam berat, dan kontaminasi mikroba.
4. Fluktuasi harga bahan baku
Harga bahan baku seperti udang, kepiting, dan ikan seringkali berfluktuasi tergantung musim. Solusinya adalah dengan mengambangkan atau memasok rasa seafood berbasis ekstrak stabil yang tidak bergantung pada pasokan bahan mentah musiman.
Peluang Inovasi untuk Pebisnis Kuliner dan Produsen Bumbu
Bagi pebisnis kuliner dan produsen seasoning, kategori bumbu seafood membuka berbagai peluang baru:
1. Produk Horeca (Hotel, Restaurant, Kafe)
Meningkatnya permintaan restoran seafood cepat saji menciptakan peluang untuk memproduksi bumbu marinasi seafood, bumbu seafood siap saji atau seasoning mix untuk fried seafood.
2. Produk retail dan UMKM
Tren bumbu praktis di rumah mendorong munculnya bumbu seafood kemasan sachet, seasoning powder untuk camilan seperti keripik udang atau rumput laut hingga varian ready to eat seafood yang siap saji.
3. Produk snack dan mie instan
Produsen besar terus meluncurkan varian seafood baru, seperti mie goreng rasa salted egg crab, shrimp creamy, tom yum seafood dan lainnya. Selain itu keripik dengan rasa crab chili, salmon teriyaki hingga shrimp butter juga bisa menjadi pilihan rasa yang unik dan jarang ditemukan.
Pebisnis lokal dapat berkolaborasi dengan pabrik maklon seasoning untuk membuat produk serupa dengan brand sendiri tanpa harus memiliki fasilitas produksi besar.
4. Kolaborasi dengan R&D dan storytelling
Tren seasoning seafood tidak hanya menonjolkan rasa, namun juga cerita di balik rasa tersebut. Misalnya bumbu seafood dengan cita rasa khas daerah yang bisa menjadi nilai jual tambahan.
Seasoning seafood kini bukan sekadar bumbu pelengkap tetapi menjadi peluang inovasi kuliner modern. Dengan teknologi flavoring yang semakin maju, bahan alami laut dapat diubah menjadi produk stabil, serbaguna, dan siap pakai, membuka peluang bagi berbagai pelaku bisnis dari UMKM bumbu rumahan, produsen camilan, hingga restoran besar.






