Mengenal Istilah White Label yang Sering Digunakan di Bidang Industri

Bagikan Postingan :

perbedaan white label dan oem

Di dunia bisnis terutama industri pangan, obat-obatan dan lainnya akan sering ditemui istilah white label. Namun untuk beberapa pebisnis terutama yang masih baru mungkin cukup asing dengan istilah ini. 

White label berarti sebuah produk yang diproduksi tanpa melalui proses legalitas. Hal tersebut dikarenakan produk yang diproduksi digunakan untuk kebutuhan pribadi atau tidak untuk diperjualbelikan secara luas. 

Namun, apakah konsep ini diperbolehkan dalam dunia industri? Apakah white label termasuk hal yang legal atau diperbolehkan? Berikut penjelasannya.

Baca juga: Private Label: Solusi Cepat Punya Produk dengan Merek Sendiri

Apa Itu White Label?

Melansir dari laman UKM Indonesia, white label adalah konsep bisnis di mana suatu produk atau layanan diproduksi oleh satu perusahaan, kemudian dijual atau ditawarkan oleh perusahaan lain dengan merek atau label mereka sendiri. 

Dengan kata lain, perusahaan pembuat produk tidak mencantumkan merek, melainkan memberikan kesempatan kepada bisnis lain untuk memberi merek pada produk tersebut. Contohnya, sebuah produk sabun yang diproduksi oleh pabrik tertentu bisa dijual dengan merek berbeda oleh berbagai pengecer.

Apakah White Label Diperbolehkan?

White label diperbolehkan selama mematuhi aturan hukum terkait hak cipta, merek dagang, dan perjanjian lisensi. Produk white label harus memenuhi standar keamanan dan regulasi yang berlaku di Indonesia. 

Penggunaan merek dagang sendiri oleh pemegang lisensi harus dilakukan secara sah dan tidak menyalahi hak produsen asli. Sehingga, praktik white label legal dan sah jika dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Namun jika ingin memasarkan produk menggunakan merek sendiri, Anda perlu memiliki perizinan seperti PIRT, BPOM, hingga Halal MUI. 

Keuntungan Menggunakan Layanan White Label untuk Pebisnis

Berikut beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan jika menggunakan layanan produk white label:

1. Modal Lebih Ringan dan Risiko Lebih Kecil

Penggunaan white label untuk pebisnis baru akan sangat menguntungkan. Hal tersebut karena Anda tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk riset dan produksi, cukup fokus pada branding dan pemasaran.

Anda juga lebih menghemat waktu karena tidak perlu melakukan pengurusan legalitas yang biasanya memakan waktu lama hingga berbulan-bulan.

2. Harga lebih terjangkau

Biasanya produk white label memang dijual dengan harga yang lebih terjangkau. Perusahaan yang menjualnya tidak menggunakan merek dikarenakan akan dikustom sendiri oleh pembeli. Selain itu harga yang terjangkau tersebut karena tidak melalui proses legalitas yang biasanya membutuhkan biaya cukup besar.

3. Time to market lebih cepat

Biasanya produk yang harus memiliki legalitas perlu menunggu proses beberapa bulan hingga bisa dipasarkan secara langsung. Namun berbeda dengan produk white label yang tidak perlu memiliki legalitas sehingga ketika proses produksi selesai, produk tersebut sudah bisa digunakan. 

Terutama jika bisnis Anda adalah kuliner atau F&B yang membutuhkan waktu cepat agar tidak ketinggalan trend di pasaran.

4. Lebih fokus pada branding

Membuat bisnis dengan produk white label bisa membantu Anda agar lebih fokus melakukan branding. Jadi, perusahaan juga tidak perlu direpotkan dengan kendala produksi barang. Terutama jika Anda menggunakan jasa maklon pangan untuk membuat produk dimana Anda bisa langsung mendapatkan produk tanpa perlu repot memikirkan proses produksi.

5. Memiliki Brand Sendiri Tanpa Produksi Sendiri

Keuntungan selanjutnya jika menggunakan produk white label adalah Anda bisa memiliki brand sendiri tanpa harus melakukan produksi sendiri. Proses produksi tentunya membutuhkan banyak sumber daya baik itu dari biaya, operasional, hingga sumber daya manusia. Namun bagi pebisnis baru, melakukan proses produksi sendiri membutuhkan banyak modal dan waktu. 

Oleh karena itu menggunakan jasa maklon minuman dan makanan bisa sebagai cara efisiensi modal, waktu dan tenaga. 

Siapa Saja yang Cocok Menggunakan Solusi White Label?

Apakah semua produk bisa dilakukan white label dan siapa saja yang bisa menggunakan white label? berikut beberapa daftarnya:

1. Pebisnis pemula yang ingin memulai usaha tanpa harus memikirkan proses produksi  

2. Startup yang ingin cepat masuk pasar dengan produk siap pakai  

3. Perusahaan yang ingin memperluas portofolio produk tanpa investasi besar  

4. Bisnis yang ingin fokus pada pemasaran dan branding  

5. Industri seperti makanan dan minuman, kecantikan, teknologi, dan jasa pemasaran yang membutuhkan produk siap pakai dengan branding sendiri.

Contoh Produk dan Layanan White Label yang Populer di Indonesia

1. Produk makanan dan minuman seperti kopi kemasan, jus, dan makanan ringan yang diproduksi oleh satu pabrik tetapi dijual dengan berbagai merek berbeda  

2. Produk kecantikan dan perawatan kulit seperti pelembab dan serum wajah yang diproduksi oleh pabrik besar dan diberi label merek berbeda  

3. Layanan teknologi dan pemasaran digital yang disediakan oleh perusahaan tertentu dan dijual kembali oleh perusahaan lain dengan merek mereka sendiri. 

Kriteria Memilih Penyedia White Label Terpercaya

Penting bagi pebisnis untuk bisa menentukan supplier white label atau jasa maklon yang menyediakan white label yang terpercaya dan berkualitas. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

1. Reputasi baik 

Penting melakukan riset suplier atau jasa maklon mana yang memiliki reputasi dan track record yang baik dalam memproduksi produk berkualitas. Anda bisa melihatnya dari beberapa brand atau perusahaan yang sudah bekerja sama dengan mereka. Perhatikan apakah testimoni yang diberikan baik dan brand yang menggunakan jasa tersebut cukup terkenal.

2. Produk 

Tentunya Anda perlu menggunakan jasa maklon atau supplier yang bisa memproduksi produk yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Misalnya bisnis Anda bergerak di bidang minuman serbuk, maka carilah jasa maklon atau supplier yang bisa mengakomodasi kebutuhan Anda tersebut. Salah satu contohnya maklon minuman Nutrisius yang bisa membantu memproduksi minuman serbuk tanpa legalitas atau white label.

3. Transparansi proses produksi

Walaupun Anda tidak melakukan proses produksi sendiri, namun penting untuk memastikan bahwa supplier yang Anda gunakan memberikan transparansi proses produksi. Misalnya Anda diperkenankan untuk melihat secara langsung proses produksi ke pabriknya.

4. Memiliki sertifikasi dan izin resmi 

Penting menggunakan suplier atau jasa maklon yang sudah memiliki sertifikasi dan izin resmi untuk melakukan produksi sesuai ketentuan yang berlaku. Izin dan sertifikasi yang penting dimiliki seperti sertifikasi BPOM, Halal MUI, GMP, ISO 22000, ISO 9001, HACCP dan lainnya. 

Perbedaan White Label dan OEM

Terdapat beberapa perbedaan antara white label dan OEM yakni:

Aspek White Label OEM (Original Equipment Manufacturer)
Definisi Produk dibuat oleh satu perusahaan dan dijual kembali oleh perusahaan lain dengan merek mereka sendiri Produk dibuat oleh produsen untuk perusahaan lain dengan spesifikasi khusus dan biasanya merek produsen tercantum.
Branding Merek hanya dari perusahaan yang menjual produk, produsen tidak disebut.  Merek bisa dari produsen atau perusahaan pembeli, tergantung kesepakatan. 
Kustomisasi Produk Biasanya produk standar yang hanya diberi merek baru Produk bisa disesuaikan sesuai kebutuhan pembeli. 
Contoh Produk makanan kemasan yang dijual dengan berbagai merek berbeda Komponen elektronik yang dibuat khusus untuk merek tertentu

Itulah beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui tentang produk dengan white label.

Mulai buat Brand dan produkmu sendiri

Produksi, Maklon & Whitelabel Produk Minuman kolagen, Keshatan, Powder Drink, Kopi sampai Bumbu Siap Saji.

Diskusikan dengan Pakar kami tentang ide produk anda, mulai dari Formulasi sampai sampai Kemasan