Dalam industri pangan olahan dan minuman fungsional, kualitas bukan lagi sekadar nilai tambah, tetapi syarat mutlak agar bisnis dapat bertahan dalam persaingan. Di Indonesia, salah satu sertifikasi yang menjamin kualitas dan keamanan produk adalah penerapan CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik).
Adanya regulasi ini menjadi fondasi sebelum sebuah usaha bisa mengajukan izin edar seperti BPOM MD, TR/SD, atau masuk ke pasar modern, seperti retail, marketplace, hingga ekspor.
Di tengah meningkatnya kesadaran konsumen akan keamanan pangan, CPPOB menjadi bentuk kepercayaan yang menentukan proses panjang sebuah brand.
Apa Itu CPPOB dan Mengapa Penting untuk Pebisnis?
CPPOB adalah standar yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang berfungsi mengatur bagaimana pangan olahan diproduksi secara benar, aman, higienis, dan konsisten. Standar ini dibuat agar produk yang beredar di pasaran terjamin keamanan, mutu, dan manfaatnya sesuai klaim.
Bagi pebisnis, CPPOB memiliki sejumlah fungsi penting yakni:
1. Legalitas produk yang menjadi prasyarat untuk mendapatkan nomor izin edar BPOM MD atau TR.
2. Keamanan konsumen yang berguna mencegah kontaminasi kimia, fisik, atau mikrobiologi.
3. Reputasi brand, agar perusahaan dinilai kredibel dan bisa dipercaya konsumen.
4. Daya saing pasar di mana retail modern dan buyer institusi mensyaratkan produk dari pabrik yang berstandar CPPOB.
5. Potensi ekspor yang menjadi standar CPPOB menjadi dasar untuk memenuhi standar internasional, seperti HACCP, ISO 22000, ISO 9001, dan GMP global.
Lalu, bagaimana jika perusahaan atau pebisnis tidak menjalankan standar CPPOB? Beberapa risiko yang bisa terjadi seperti penolakan pendaftaran BPOM, komplain hingga kerugian finansial dan keterbatasan produk yang hanya bisa dijual di lingkup tertentu. Oleh karena itu CPPOB tidak hanya sebagai aturan wajib, namun juga sebagai pondasi keberlanjutan bisnis.
Baca juga: Sertifikasi GMP: Standar Wajib untuk Produk Berkualitas dan Aman
Ruang Lingkup CPPOB: Aspek Apa Saja yang Diatur?
CPPOB mengatur seluruh rantai produksi secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, mulai dari bahan baku, SDM, metode, mesin, area produksi sampai distribusi serta pengendalian dokumen.
Secara garis besar ruang lingkup CPPOB mencakup:
1. Bangunan dan fasilitas produksi
– Tata alir ruangan harus mencegah kontaminasi silang (zoning)
– Material bangunan yang mudah dibersihkan dan tidak reaktif
– Kualitas air harus memenuhi standar
2. Mesin dan peralatan
– Dirancang untuk sanitasi mudah
– Preventif maintenance dicatat dan konsisten dilakukan
3. Bahan baku dan bahan tambahan
– Memiliki standar mutu dan sertifikat keamanan (COA, halal sesuai kebutuhan)
– Prosedur penerimaan bahan baku terkontrol
4. Proses produksi dan SOP
– Prosedur terdokumentasi & terstandarisasi
– Validasi proses untuk konsistensi mutu
5. Higiene dan kesehatan karyawan
– GMP training wajib dilakukan
– APD dipakai sesuai kebutuhan
– Pemeriksaan kesehatan rutin
6. Pengawasan mutu
– Pengujian laboratorium (kimia, fisik, mikrobiologi)
– Monitoring mutu selama dan pasca produksi
7. Penyimpanan dan distribusi
– Warehouse terkontrol suhu, kelembaban, dan kebersihannya
– Sistem FIFO/FEFO untuk pengelolaan stok
8. Dokumentasi dan traceability
– Batch record jelas dan lengkap
– Sistem penarikan produk (recall system)
9. Penanganan keluhan dan recall
– Prosedur investigasi komplain
– Rekam jejak penarikan produk yang teruji dan siap diterapkan
Dengan cakupan seluas ini, CPPOB merupakan sistem menyeluruh yang memastikan produk selalu aman setiap diproduksi.
Tantangan Umum Pebisnis dalam Memenuhi CPPOB
Tidak sedikit pelaku usaha yang mengalami hambatan dalam proses memenuhi CPPOB, terutama di tahap awal bisnis:
1. Investasi fasilitas produksi
Memerlukan desain tata ruang yang sesuai zoning produksi.
2. Kurangnya pemahaman regulasi
Sering salah langkah karena hanya berfokus pada output produksi.
3. Peralatan belum standar food-grade
Alat rumahan tidak dapat menjamin keamanan dan sifat higienisnya.
4. Dokumentasi sistem belum rapi
Banyak bisnis kesulitan menjalankan pencatatan harian secara konsisten.
5. Variasi bahan baku yang tidak terstandarisasi
Perubahan bahan baku bisa memengaruhi mutu dan hasil uji laboratorium.
6. SDM belum terlatih
Human error tinggi tanpa pembiasaan sistem mutu yang baik.
Kesalahan ini sering membuat proses audit menjadi berlarut-larut dan mahal karena perbaikan berkali-kali.
Peran Maklon dalam Memenuhi CPPOB
Bagi banyak pebisnis terutama brand owner yang fokus pada pemasaran dan distribusi, maklon adalah jalan strategis untuk memulai tanpa beban investasi fasilitas produksi.
Baca juga: Jangan Salah, Ini Cara Memilih Pabrik Maklon Resmi BPOM
Manfaat utama maklon yang telah tersertifikasi CPPOB:
1. Kepastian legalitas
Pabrik sudah memenuhi standar sehingga lebih cepat mendaftarkan produk ke BPOM.
2. Efisiensi investasi
Tidak butuh bangun pabrik, beli alat, dan rekrut tim teknis.
3. Akses mesin dan RnD
Pabrik maklon biasanya memiliki tim ahli formulasi dan laboratorium sendiri.
4. Manajemen mutu terjamin
QC & QA terstruktur karena menjadi syarat kelulusan audit BPOM.
Dengan memilih maklon yang sudah tersertifikasi CPPOB, Anda sebagai pebisnis bisa fokus pada strategi pemasaran, branding dan storytelling, distribusi, bahkan memperluas jaringan retail. Sementara standar CPPOB sebagai fondasi mutu ditangani oleh pabrik maklon.
Dengan implementasi yang tepat, baik membangun fasilitas sendiri langkah demi langkah, maupun bermitra bersama pabrik maklon yang tersertifikasi CPPOB, pebisnis akan lebih tangguh menghadapi persaingan industri F&B yang semakin ketat.






