Dalam beberapa tahun terakhir, pola makan berbasis nabati atau vegan / plant‑based semakin menarik perhatian masyarakat Indonesia. Meskipun budaya kuliner Indonesia kaya akan bahan hewani seperti ikan, ayam, dan daging.
Namun perubahan gaya hidup dan kesadaran kesehatan menyebabkan pergeseran ke arah konsumsi yang lebih sehat yakni dengan bahan nabati. Secara langsung hal tersebut mendorong tingginya permintaan akan makanan vegan atau nabati. Dengan adanya permintaan yang tinggi tersebut, juga menjadi peluang bagi pebisnis untuk mulai membuat brand makanan vegan.
Tren Makanan Vegan di Indonesia
Terjadinya peningkatan gaya hidup sehat, memungkinkan banyak masyarakat yang mulai beralih ke makanan sehat atau menjadi vegan. Menurut presiden dari World Vegan Organisation dan Vegan Society of Indonesia, jumlah masyarakat vegan semakin bertambah setiap tahunnya. Saat ini kurang lebih terdapat 700 juta vegetarian dan vegan di seluruh dunia.
Selain itu, jumlah anggota organisasi World Vegan Organization juga meningkat dari 5000 orang pada 2018, kemudian bertambah mencapai 200.000 orang pada 2025. Dengan adanya peningkatan tersebut menjadi tanda bahwa kini masyarakat vegan atau vegetarian semakin tinggi.
Secara langsung hal tersebut menjadi peluang bagi pebisnis untuk menciptakan produk makanan vegan yang sesuai dengan kebutuhan target pasar.
Apa Itu Makanan Vegan, dan Perbedaannya dengan Vegetarian?
Vegan adalah pola makan yang sepenuhnya menghindari produk hewani, seperti daging, ikan, susu, telur, madu, gelatin, dan bahan sejenis. Sedangkan vegetarian adalah pola makan yang umumnya menghindari daging dan ikan, namun masih mungkin mengonsumsi produk hewani tidak langsung, seperti telur, susu, atau produk dairy lainnya.
Ada juga istilah lain yakni plant based diet yang memprioritaskan makanan nabati, tapi masih mungkin untuk mengonsumsi produk hewani dalam jumlah kecil atau sesekali.
Contoh makanan vegan:
– Tahu, tempe, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan
– Susu nabati (kedelai, almond, oat)
– Produk pengganti daging nabati (tempe bacon, burger nabati)
– Nasi + sayur + lauk berbahan nabati
– Mie atau pasta dengan bumbu berbahan nabati (tanpa kaldu hewani)
Di Indonesia, banyak hidangan tradisional bisa disesuaikan menjadi vegan, misalnya pecel (sayur + sambal), sayur lodeh (tanpa santan hewani), atau tumisan sayur.
Namun yang menarik adalah ketika inovasi dibuat dengan produk “masakan modern berbasis nabati” seperti sup vegan, burger nabati, dan tentu mie vegan atau mie serbuk vegan.
Dalam konteks itu, produk seperti mie vegan baik mie itu sendiri maupun mie instant/bumbu vegan berpotensi menjadi peluang bisnis FnB.
Alasan Utama Mengurangi Makanan Berbasis Hewan
Survei yang dilakukan oleh Jakpat terhadap responden yang mengurangi konsumsi makanan berbasis hewan dan memilih menjadi vegan atau vegetarian menghasilkan tiga alasan utama.

Pertama, masyarakat memilih untuk menjadi vegan atau vegetarian karena untuk mengurangi risiko penyakit. Sebanyak 55% responden tertarik untuk menjadi vegan atau vegetarian guna meningkatkan kesehatan dan mengurangi risiko penyakit yang berbahaya. Jenis asupan hewani yang dihindari yakni daging yang mengandung lemak tinggi karena bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler, kanker, hingga demensia.
Kedua, masyarakat juga memilih alasan meningkatkan metabolisme tubuh. Konsumsi makanan berbasis nabati atau plant based diet yang rendah lemak bisa meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga mengurangi lemak dan menurunkan berat badan.
Alasan terakhir adalah untuk menurunkan berat badan. Dengan mengonsumsi pola makan plant based, berat badan tubuh bisa lebih terkontrol. Hal tersebut karena kandungan lemak yang tinggi pada daging bisa mempengaruhi berat badan tubuh.
Dengan adanya alasan tersebut, salah satu konsumsi makanan vegan yang bisa digunakan adalah mie vegan dengan komposisi bumbu vegan yang aman dikonsumsi.
Peluang Inovatif: Mie Vegan

Mie adalah salah satu makanan pokok dan favorit masyarakat Indonesia. Hampir setiap orang mengenal mie instan, mie goreng, mie kuah, atau mie basah. Jika Anda bisa memadukan unsur vegan ke dalam mie dalam bentuk mie atau bumbu serbuk, maka Anda bisa menciptakan produk makanan vegan yang memiliki nilai tambah.
Mie vegan bisa menjadi peluang menarik karena konsumen yang sudah beralih ke pola makan nabati akan mencari alternatif produk sehari-hari. Selain itu mie vegan yang bisa diolah seperti biasa (direbus atau diseduh) akan mudah diterima oleh target konsumen.
Dengan latar belakang tren vegan yang terus tumbuh, mie vegan bisa menjadi salah satu inovasi produk unggulan dalam kategori makanan berbasis nabati.
Baca juga: Langkah-Langkah Strategis Membuat Bumbu Mie Serbuk Vegan Lewat Sistem Maklon
Siapa Target Pasar Mie Vegan?
Selain masyarakat vegan atau vegetarian, mie vegan juga bisa menjadi target pasar lain, seperti:
– Vegan & vegetarian yang mencari produk yang benar-benar bebas unsur hewani
– Flexitarian atau plant based diet, yakni konsumen yang ingin mengurangi konsumsi daging tapi tidak sepenuhnya berhenti
– Konsumen kesehatan atau diet yang mencari alternatif rendah kolesterol, lemak jenuh
– Generasi muda atau milenial dan Gen Z yang lebih terbuka terhadap tren baru dan inovasi makanan
– Pasar ekspat atau diaspora yakni warga asing atau diaspora yang mencari makanan sehat sesuai gaya hidup
– Kanal restoran atau kafe sehat yakni restoran vegan, menu plant-based, atau kafe dengan menu nabati
Inspirasi Mie Vegan yang Bisa Dikembangkan
Berikut beberapa ide produk mie vegan potensial:
– Mie sayuran: misalnya mie bayam, mie wortel, mie ubi ungu
– Mie bebas gluten: menggunakan bahan tepung non-gluten seperti jagung, singkong, kacang polong
– Mie protein tinggi nabati: menyisipkan tepung kacang, protein kacang, atau ekstrak nabati
– Mie instan bumbu vegan: bumbu rendang vegan, kari, sambal rempah vegan
– Mie instan sehat: rendah sodium, tanpa MSG, dengan tambahan serat atau prebiotik
– Mie soba atau mie gandum utuh: versi nabati dengan manfaat serat tinggi
Inovasi rasa lokal juga bisa menjadi daya tarik misalnya mie vegan rendang Padang, mie vegan Betawi, mie vegan pedas lokal.
Tren makanan vegan di Indonesia sudah semakin tinggi. Konsumen mulai terbuka pada pilihan makanan sehat dan inovatif. Salah satunya mie vegan sebagai produk familiar namun tetap unik karena komposisi yang digunakan.






