Banyak yang takut ketika mendengar penggunaan pengawet makanan pada produk yang dibeli di pasaran atau supermarket. Hal tersebut karena berbahaya dan bisa merusak kesehatan tubuh. Memang benar konsumsi pengawet makanan secara berlebihan atau terlalu banyak akan menyebabkan penyakit.
Akan tetapi, jika mengonsumsinya dalam jumlah wajar, bahan pengawet tersebut masih aman digunakan.
Lalu, sebenarnya apa itu pengawet makanan dan bagaimana penggunaannya dalam industri pangan?
Baca juga: Maklon Suplemen Kesehatan dengan Sertifikasi BPOM: Solusi Tepat untuk Bisnis Anda
Bahan Pengawet yang Aman Digunakan
Sebagian besar makanan yang dikonsumsi sehari-hari, sekarang mengandung bahan pengawet, baik itu pengawet alami atau buatan. Bahan pengawet makanan akan membantu menjaga makanan dari tumbuhnya mikroba, jamur dan organisme lain yang dapat menyebabkan keracunan.
Namun, sekarang banyak juga pengawet berbahaya yang digunakan pada makanan kemasan. Oleh karena itu, Anda perlu cermat memperhatikan komposisi yang digunakan dalam makanan kemasan. Apakah menggunakan bahan pengawet yang aman dikonsumsi atau tidak.
1. Asam benzoat
Asam benzoat adalah senyawa kimia alami yang bisa menjadi pilihan untuk mengawetkan makanan. Cara kerjanya dengan memperlambat dan mencegah perubahan PH, rasa, tekstur dan warna sehingga kesegaran makanan bisa tetap terjaga.
Biasanya ditemukan dalam makanan, seperti salad, acar, saus, bumbu, jus buah dan makanan ringan yang lainnya.
2. Sulfit
Sulfit atau sulfur dioxida merupakan bahan pengawet yang digunakan untuk membantu mencegah agar warna makanan tidak berubah menjadi kecoklatan.
Kandungan yang ada di dalamnya memiliki sifat antimikroba yang mana sering digunakan untuk mengawetkan buah kering. Selain itu bahan kimia sulfit juga terkandung dalam jus dan sosis.
3. Asam sorbat
Asam sorbat merupakan senyawa kimia alami yang juga bisa digunakan sebagai pilihan untuk mengawetkan makanan. Asam sorbat ini akan menghambat pertumbuhan jamur yang menjadi penyebab rusaknya makanan dan penyebab penyakit.
Biasanya pengawet makanan ini digunakan untuk mengawetkan daging dikarenakan kemampuan antibiotiknya. Namun tidak hanya daging, asam sorbat juga bisa digunakan untuk mengawetkan makanan kaleng, keju, kerang, pastry dan anggur merah.
4. Nitrat dan nitrit
Dua senyawa ini seringkali ditemukan dalam sosis, ham, dan bacon. Selain berguna dalam mencegah tumbuhnya bakteri, pengawet ini juga bisa memberikan tambahan rasa asin pada daging. Kandungan nitrat dan nitrit tersebut dapat ditemukan secara alami pada beberapa sayuran, seperti pakcoy, wortel dan selada.
5. EDTA
EDTA adalah bahan kimia yang ditambahkan dalam makanan agar mencegah terjadinya oksidasi. Makanan yang terkena oksidasi biasanya akan menyebabkan perubahan warna dan rasa. EDTA sering digunakan pada produk buah dan sayuran yang dikemas dalam bentuk mayones, kaleng atau minuman bersoda.
6. Gula
Selain pengawet makanan buatan, ada juga pengawet makanan alami yang bisa dimanfaatkan, yakni gula. Ketika Anda menambahkan gula pada makanan seperti sayuran atau buah, gula akan menyerap air pada makanan sehingga bakteri kekurangan air dan tidak dapat berkembang biak.
Sehingga makanan menjadi lebih awet dan tidak berjamur. Beberapa makanan yang bisa menggunakan gula sebagai pengawet adalah manisan, selai dan dodol.
7. Garam
Selain gula, ada juga garam yang bisa dimanfaatkan sebagai pengawet makanan. Kandungan didalamnya berupa natrium klorida, bisa menurunkan kadar air dalam makanan, sehingga membunuh sel mikroba yang menjadi penyebab makanan berjamur.
Beberapa contoh pengawetan menggunakan garam, seperti ikan asin, telur asin, dan acar.






